Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?" Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus" Al Maidah : 60.
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" Al Baqoroh : 173.
Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi, karena sesungguhnya semua itu kotor atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" Al An Aam : 145.
"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" An Nahl : 115.
Disini sangat jelas sekali ayatnya bahwa babi dan kera itu merupakan kutukan Allah. Yang otomatis secara lahiriyah maupun batin hukumnya jadi Haram untuk dimakan.
Kecuali jikalau sangat2 terpaksa karena tidak ada makanan lain selain babi ataupun karena ketidaktahuan saat diberi hidangan yang ternyata dari babi maka disini hukumnya menjadi halal dan gugur selama kita memakannya secukupnya dan tidak berlebihan.
Kalau selama masih ada makanan yang lain yang bisa dimakan ya monggo silahkan makan selain babi. Jangan memaksakan kehendak tuk memakannya.
Kalau dimakan nantinya ada efek beruntun, karena hakekatnya babi itu kutukan manusia ya otomatis kalau keseringan memakannya nanti bakalan muncul sifat "SUKA" memakan manusia juga secara lahir.
Entah itu makan hartanya, pekerjaannya, penghidupannya, dll.
Cara menghilangkan najisnya ya cukup bertobat sama Allah dan tidak mengulanginya lagi.
jawaban ini aku kutip dari BELAJAR TAUHID
Tidak ada komentar:
Posting Komentar